Majalah "Prestasi Anak Nusantara"

Tampilkan postingan dengan label ADVENTURE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADVENTURE. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2015

SUNGAI CITARIK: Sensasi Petualangan di Tengah Malam



Mendengar nama Citarik, pikiran kita langsung tertuju pada sebuah petualangan arung jeram yang menguji adrenalin di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ya, destinasi yang satu ini memang sangat khas, karena bersifat petualangan dengan mengarungi derasnya arus Sungai Citarik. Siapa saja yang pernah mengarungi jeram Citarik, pasti merasakan sensasi yang luar biasa. Selain pemandangan sekitar yang menawan, kita juga diajak menikmati alunan dan riak sungai yang menggugah adrenalin.

Di kalangan pecinta alam, khususnya petualang arung jeram, nama Sungai Citarik tentu sudah tidak asing lagi. Sungai ini menjadi salah satu pilihan bagi para petualang arung jeram, sebagaimana halnya Sungai Ayung di Bali atau Sungai Alas di Sumatera.



Sungai yang berada di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, memiliki karakteristik yang ideal untuk olah raga arung jeram. Sungai Citarik yang berhulu di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun, Cikadang, ini memiliki puluhan jeram yang tergolong besar dan aliran sungai yang cukup deras. Dengan tipe sungai berbatu-batu telah membentuk arus air yang sangat potensial buat wisata arung jeram (rafting).



Adalah hal yang lumrah manakala mengarungi jeram Sungai Citarik di siang hari. Maka, ada baiknya sekali waktu kita mengarungi arus deras Citarik di tengah malam. Mendebarkan, menantang dan mengoyak adrenalin. Salah satu operator penyelenggara rafting di Sungai Citarik belum lama ini menawarkan sebuah petualangan menantang yang disebut "Night Rafting", pengarungan tengah malam yang rasanya kurang lazim.



Hanya bermodal pencahayaan alam atau remang cahaya bintang dan rembulan langit malam, ditambah peralatan seperti head lamp dan fosfor stick yang menghiasi tubuh setiap peserta "Night Rafting", petualangan seru di antara jeram-jeram Sungai Citarik di suatu tengah malam pergantian tahun pun dimulai.

(Selanjutnya, simak pada edisi cetak No.03/II/2015 [Maret]. Dapatkan di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Books & Beyond, Koperasi Mahasiswa, dll).

Minggu, 15 Maret 2015

SUNGAI CITARIK: Sensasi Petualangan di Tengah Malam



Mendengar nama Citarik, pikiran kita langsung tertuju pada sebuah petualangan arung jeram yang menguji adrenalin di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ya, destinasi yang satu ini memang sangat khas, karena bersifat petualangan dengan mengarungi derasnya arus Sungai Citarik. Siapa saja yang pernah mengarungi jeram Citarik, pasti merasakan sensasi yang luar biasa. Selain pemandangan sekitar yang menawan, kita juga diajak menikmati alunan dan riak sungai yang menggugah adrenalin.

Di kalangan pecinta alam, khususnya petualang arung jeram, nama Sungai Citarik tentu sudah tidak asing lagi. Sungai ini menjadi salah satu pilihan bagi para petualang arung jeram, sebagaimana halnya Sungai Ayung di Bali atau Sungai Alas di Sumatera. 

Sungai yang berada di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, memiliki karakteristik yang ideal untuk olah raga arung jeram. Sungai Citarik yang berhulu di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun, Cikadang, ini memiliki puluhan jeram yang tergolong besar dan aliran sungai yang cukup deras. Dengan tipe sungai berbatu-batu telah membentuk arus air yang sangat potensial buat wisata arung jeram (rafting).

Adalah hal yang lumrah manakala mengarungi jeram Sungai Citarik di siang hari. Maka, ada baiknya sekali waktu kita mengarungi arus deras Citarik di tengah malam. Mendebarkan, menantang dan mengoyak adrenalin. Salah satu operator penyelenggara rafting di Sungai Citarik belum lama ini menawarkan sebuah petualangan menantang yang disebut "Night Rafting", pengarungan tengah malam yang rasanya kurang lazim.

Hanya bermodal pencahayaan alam atau remang cahaya bintang dan rembulan langit malam, ditambah peralatan seperti head lamp dan fosfor stick yang menghiasi tubuh setiap peserta "Night Rafting", petualangan seru di antara jeram-jeram Sungai Citarik di suatu tengah malam pergantian tahun pun dimulai.


(Selanjutnya, simak pada edisi cetak No.03/II/2015 [Maret]. Dapatkan di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Book & Beyond, Koperasi Mahasiswa, dll).


Jumat, 26 Desember 2014

Telusuri Jejak Sejarah di Aliran Sungai Ciliwung



Selain faktor meletusnya Gunung Salak pada tahun 1699 yang mengakibatkan sedimentasi di sungai-sungai dan kanal-kanal Batavia, Pemerintah Kolonial Belanda sendiri gagal gagal mengembalikan aktivitas ramah lingkungan di sungai-sungai dan kanal Batavia. Dan, Sungai Ciliwung yang sarat noktah sejarah ini pun merana.

Siapa tak kenal Sungai Ciliwung? Sudut pandang Ciliwung yang sungguh menakjubkan dengan panorama berlatar Gunung Salak, yang berada di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Namun, hulu Ciliwung bukanlah di Gunung Salak, melainkan berada di Gunung Pangrango yang ada di kawasan Puncak, Bogor-Cianjur.

Dari Pangrango itulah Ciliwung bermula. Arus airnya kemudian mengalir melalui Puncak via Ciawi, lalu ke barat melewati Bogor, dan selanjutnya berbelok ke utara melalui Depok, terus menelusuri Jakarta, hingga akhirnya bermuara ke laut di Teluk Jakarta. Inilah pemahaman kita pada masa sekarang tentang Sungai Ciliwung yang saban tahun mengirim banjir buat warga Jakarta.

Sedikit menengok sejarah, sejumlah kampung di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, sekarang telah bermetamorfose menjadi kota. Hal ini dapat ditelusuri dari peninggalan di beberapa pusat kegiatan masyarakat di titik-titik daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.



(Lebih lanjut simak di Majalah SINARA edisi cetak No.02/I/2014 November-Desember 2014. Dapatkan di TB Gramedia, TB Gunung Agung, dll. Customer Service: Riwanto Ch. 081317264116; Yoyok W 081312367689).